Welcome to My Sanctuary

If you are a dreamer, come in.
If you are a dreamer, a wisher, a liar,
A hope-er, a pray-er, a magic bean buyer...
If you're a pretender, come sit by my fire.
For we have some flax-golden tales to spin.
Come in!
Come in!


(INVITATION - Shel Silverstein)

Tuesday, November 13, 2012

Field Trip Menonton Opera

Hari pertama masuk sekolah sesudah sekolah ditutup terpaksa karena hurricane Sandy, Bayu dan beberapa temannya dipilih untuk ikut menonton opera yang ditampilkan mahasiswa Yale School of Music jurusan opera. Guru vocal di sekolah anak-anak meminta saya khusus untuk menjadi chaperone atau pendamping kelas. Saya tentu saja senang, juga GR. Sudah beberapa kali saya jadi ortu pendamping, tapi baru kali ini diminta khusus. Pukul 10 pagi saya menunggu kedatangan bis sekolah yang mengantarkan anak-anak beserta guru-gurunya di depan Sprague Hall, tempat opera akan berlangsung. Sprague Hall merupakan salah satu gedung tempat beberapa kegiatan seni yang diadakan Yale University diadakan. Tempat ini juga adalah tempat putri sulung kami beberapa kali unjuk kebisaan bermain biola.

Begitu kami masuk ke dalam ruangan utama Sprague Hall bernama Morse Hall, tidak lama lampu menjadi temaram dan seorang pemain opera memakai celana training dan atasan kaos bola, memulai pertunjukkan. Pemain ini, salah satu mahasiswa jurusan opera Yale School of Music, menyanyikan salah satu lagu dari opera The Barber of Seville. Suaranya lantang terdengar di segala penjuru, menyanyikan bait demi bait dalam bahasa Italy. Sambil berolah-raga, sang pelakon menyanyi, menggambarkan improvisasi opera bertema klasik dengan kegiatan sehari-hari seperti sit-up atau peregangan badan sambil mendendangkan Figaro Aria. The Barber of Seville bercerita tentang Figaro, seorang tukang cukur yang laris-manis usahanya.

Sesudah itu adegan berikutnya berupa cuplikan dari opera L'elisir D'amore atau Elixir of Love menceritakan seorang gadis bernama Adina yang jatuh hati pada seorang jejaka yang digilai-gilai banyak wanita di kotanya. Jejaka ini, si Nemorino yakin dia digila-gilai para wanita karena dia meminum ramuan cinta dari Dr. Dulcamara. Padahal dia didekati karena baru saja mendapatkan warisan dari pamannya. Sementara itu Adina yang ingin menarik perhatian Nemorino, dirayu oleh sang dokter untuk meminum ramuannya juga. Para pelakon utama cuplikan opera ini ada 3 orang: seorang soprano yang menjadi Adina, seorang bariton-tenor yang menjadi Dr. Dulcamara dan yang menjadi Nemorino, seorang bariton. Mendengarkan suara pelakon Dr. Dulcamara, saya jadi kesengsem suaranya yang sangat bagus, benar-benar bagus. 

Cuplikan opera terakhir berasal dari The Pirates of Penzance dari tiga judul opera yang ditampilkan mahasiswa-mahasiswa Yale School of Music jurusan opera. Untuk masuk ke jurusan ini, mereka harus menjalani audisi dan dari 300 orang yang mendaftar, hanya 7 orang saja yang diterima. Saringannya sangat ketat, berupaya untuk mendapatkan pemain-pemain opera yang jempolan. Setelah The Pirates of Penzance selesai, para pemain berdiri menghadap penonton yang mengelu-elukan mereka dan memberikan penghormatan lewat "standing ovation". Kemudian acara dilanjutkan dengan tanya-jawab antara murid-murid sekolah yang hadir menonton opera dengan para pemainnya. Tanya-jawab berlangsung sangat seru, membuktikan kalau operanya bisa menarik perhatian murid-murid SD dan SMP yang hadir. Program seperti ini yang berusaha mengenalkan atau meningkatkan kecintaan pada seni, kerap kali dilakukan dengan dukungan dari beberapa universitas terkemuka di negara bagian Connecticut dan pihak swasta. 

Adegan dari Opera The Pirates of Penzance





 Saat acara tanya-jawab antara murid-murid dan pemeran opera










2 comments:

  1. Menonton opera live memang menyenangkan Mba' Dian. Kalau anak-anak suka menonton opera, dvd opera keluaran opus arte bagus buat perkenalan pada opera.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Trims masukannya, Ndres. Lihat betahnya anak2 aja sih kalau soal nonton opera. Waktu ada pemutaran opera di TV, Bayu mau nonton sama aku lama.

      Delete