Pelajaran pertama saat berkunjung ke sebuah restoran di Amerika, adalah bagaimana cara memesan makanan. Hampir selalu kita bisa menyebutkan sebuah menu memakai nomor urutannya di daftar menu atau menyebutkan namanya. Tapi dari sekian menu yang ada di restoran, bisa dipastikan ada pilihan menu yang harus dipesan sesuai dengan selera orang yang akan menyantapnya. Misalkan, kalau memesan steak atau makanan yang ada daging sapinya, pasti akan ditanya,"How do you like your steak? Pilihan untuk steak ada 3: rare atau agak mentah; medium rare atau setengah matang; dan well done atau matang. Yang sulit itu adalah bagaimana menerangkan selera menyangkut bagaimana telur dimasak. Pertanyaan,"How do you like your egg?", biasanya akan ditanyakan kalau kite pergi ke restoran berupa diner, yang menyajikan makanan berupa sarapan, makan siang dan makan malam.
Pilihan bagaimana telur dimasak itulah yang membuat saya belajar macam-macam istilah menyangkut itu. Awalnya, saat pertama kali saya ditanyakan seorang pelayan,"How do you like your egg?", saya bingung. Wah, saya suka telur yang dicampur putih dan kuningnya, lalu dimasak sampai kering bolak-balik. Karena saya belum tahu istilahnya, jadi akhirnya saya jelaskan ke si pelayan,"I want my egg mix together, then fry until crispy and turn it to fry it again." Lalu si pelayan bilang,"Ah, you want your egg OVER EASY". Saya percaya sajalah, maklum belum tahu bagaimana rupa si telur nanti. Sewaktu makanan yang kami pesan datang, terlihatlah telur yang ternyata memang yang saya mau. Lalu si pelayan bertanya,"Is this how you want your egg?" Yes, indeed!
Dari situ saya juga belajar kalau telur yang seleranya suami, apa istilahnya. Karena dia suka telur ceplok mata sapi yang kuningnya agak mentah, maka disebutnya SUNNY SIDE UP. Memang kuning telurnya menyerupai matahari yang bersinar. Ayo kita belajar mengenal istilah bagaimana memasak telur:
- Telur ceplok mata sapi = SUNNY SIDE UP
- Telur ceplok, dicampur dan goreng kering bolak-balik = OVER EASY
- Telur orak-arik = SCRAMBLE EGG
- Telur dadar = OMELETTE
- Telur rebus matang = HARD-BOILED EGG
- Telur rebus agak mentah = SOFT-BOILED EGG
- Telur rebus setengah matang = VERY SOFT-BOILED EGG
(Beda antara soft-boiled egg dengan very soft-boiled egg adalah lama memasaknya. Very-soft boiled egg lebih lama sedikit memasaknya, tapi tidak selama kalau memasak hard-boiled egg)
- Telur rebus berbumbu = DEVILED EGG
(Jenis masakan telur ini berupa telur rebus matang (hard-boiled egg) yang diambil bagian kuningnya, lalu dicampur bumbu atau potongan daun2an. Jenis telur yang ini tidak akan dijumpai di restoran, karena biasanya disajikan sebagai makanan pembuka di sebuah pesta.)
- Kuning telur = EGG YOLK
- Putih telur = EGG WHITE
- Telur kocok = BEATEN EGG
Gara-gara membicarakan soal memasak telur, jadi kepingin kan? Kalau begitu, silahkan memandangi photo jepretan saya yang mengabadikan telur.
Welcome to My Sanctuary
If you are a dreamer, come in.
If you are a dreamer, a wisher, a liar,
A hope-er, a pray-er, a magic bean buyer...
If you're a pretender, come sit by my fire.
For we have some flax-golden tales to spin.
Come in!
Come in!
(INVITATION - Shel Silverstein)
If you are a dreamer, a wisher, a liar,
A hope-er, a pray-er, a magic bean buyer...
If you're a pretender, come sit by my fire.
For we have some flax-golden tales to spin.
Come in!
Come in!
(INVITATION - Shel Silverstein)
Showing posts with label masakan. Show all posts
Showing posts with label masakan. Show all posts
Tuesday, May 21, 2013
Monday, December 10, 2012
Ikan Swai Teriyaki Panggang dan Paprika
Ikan Swai adalah jenis ikan yang sepertinya baru saja dikenal dan dipasarkan di Amerika Serikat. Ikan ini asalnya dari Vietnam dan merupakan jenis ikan lele atau catfish dalam bahasa Inggrisnya. Wujud dari ikan Swai kurang menarik dan cenderung menyeramkan (lihat DI SINI). Di pasar Amerika, ikan Swai dijual dalam bentuk fillet. Kebetulan minggu lalu saat saya berbelanja ke supermarket ada penawaran beli 1 gratis 1 sekantong Swai fillet. Satu kantongnya berisi 3 potong fillet sebesar 1,5 telapak tangan orang dewasa. Kemudian untuk memasaknya saya buat sendiri kreasi resep menggunakan saus Teriyaki racikan saya sendiri. Resep itu berupa IKAN SWAI TERIYAKI PANGGANG DAN PAPRIKA. Saya memilih paprika karena saya tahu aromanya akan menggiurkan kalau dipanggang dan cocok sekali dengan ikannya. Resep saya ini, yang merupakan uji coba pertama, hasilnya sangat memuaskan. Keluarga saya suka sekali dengan ikan Swai Teriyaki panggangnya. Daging ikannya sesudah dipanggang, lembut dan sedikit berlemak, belum lagi aroma dari paprika yang bercampur dengan saus Teriyakinya, sungguh menggiurkan. Silahkan mencoba resep saya di bawah ini:
BAHAN-BAHAN:
- Fillet ikan Swai (2 kantong = 6 buah)
- 4 Buah paprika, potong dadu
- 4 Buah bawang putih, potong kecil dan halus
- Pinggan tahan panas (Pyrex)
- Saus Hoisin 1/3 cup
- Kecap manis 1/6 cup
- Kecap Worchestershire 6 sendok makan
CARA MEMBUATNYA:
- Panaskan oven dengan suhu 375 derajat Fahrenheit atau 190 derajat Celcius.
- Siapkan saus Teriyakinya dengan mencampur saus Hoisin, kecap manis dan kecap Worchestershire-nya.
- Tambahkan potongan bawang putih ke dalam saus teriyakinya, lalu aduk.
- Kemudian tambahkan potongan paprikanya dan aduk rata.
- Siapkan fillet ikan Swai di pinggan tahan panas dan siram dengan saus Teriyaki yang tercampur dengan paprika dan bawang putih, lalu ratakan.
- Masukkan pinggan tahan panas berisi ikannya ke dalam oven dan panggang selama 45 menit atau sampai paprikanya terlihat kecoklatan.
Labels:
Amerikana,
Humble Kitchen,
masakan,
recipe,
resep,
resep ikan,
saus Teriyaki,
Swai,
Swai recipe
Monday, November 5, 2012
Terong dan Veal Fra Diavolo
Pada dasarnya, saya itu kurang suka makan terong. Kalau mendiang mama dulu masak Lodeh pakai terong, saya setengah hati makannya. Tapi suami saya suka makan terong. Saat kami pergi ke supermarket Minggu lalu, kami melihat seonggok terong besar yang montok bentuknya dan ungu gelap warnanya. Suami saya melihat itu langsung mengambil satu dan menyodorkan ke saya,"Kamu bikin sesuatu deh", mintanya. Sesudah itu saya berpikir, enaknya dimasak dengan daging dan saya memilih "veal" atau daging sapi muda. Tapi ternyata menentukan bumbu apa yang saya mau pakai untuk memasak terong dan veal-nya cukup lama, sementara suami menagih terus. Hari ini, saya menimbang sekaligus karena penasaran, saya memutuskan untuk membuat saus Fra Diavolo. Kebetulan suami pernah penasaran Fra Diavolo itu apa. Yaitu saus pedas yang sebetulnya tidak ada patokan bahan dasarnya mesti tertentu, tergantung si pemasaknya. Fra Diavolo berarti "brother devil" muncul dari sebuah legenda dari Italy dan diciptakan oleh orang Italy yang ada di Amerika. Fra Diavolo versi saya ternyata benar-benar mantap, padahal saya benar-benar menjajal saja memasukkan bahan A, B, C. Silahkan yang tertarik dengan resepnya, ada di bawah ini:
TERONG & VEAL FRA DIAVOLO
BAHAN-BAHAN:
1 Buah terong ukuran besar
1 Pound daging veal (jenis yang untuk stew)
4 Buah cabai merah besar (jenis long hot pepper)
2 Buah tomat (saya memakai yang jenis tomato on the vine)
4 Buah bawang putih
Separuh bawang bombai
1/8 Sendok teh bumbu Five Spices
2 Lembar daun salam
Caraway
Cilantro (pakai yang segar atau kering)
Thyme
Minyak goreng
CARA MEMBUATNYA:
1. Potong terongnya seukuran dengan daging veal-nya. Taburkan garam sedikit ke atas daging veal-nya dan diamkan beberapa saat.
2. Potong bawang bombainya menjadi kotak-kotak kecil, dan geprak bawang putihnya.
3. Masukkan ke dalam blender, tomat, cabai merah dan 1/8 bumbu Five Spices. Tambahkan minyak goreng, lalu haluskan dan sisihkan.
4. Panaskan wajan dan tuangkan minyak goreng. Tumis potongan bawang bombai dan bawang putih sampai wangi, lalu masukkan daging veal-nya. Biarkan daging sampai berubah warna bolak-balik.
5. Masukkan bumbu halus campuran tomat, cabai dan Five Spices dan daun salam ke dalam wajan. Aduk-aduk lalu tambahkan thyme dan caraway.
6. Tunggu sampai 10 menit, kemudian masukkan potongan terong. Tambahkan rajangan cilantro dan masak dengan api kecil sampai daging terlihat empuk, tapi jangan sampai terongnya hancur.
7. Hidangkan, bisa dimakan begitu saja atau pakai nasi.
Selamat mencoba!
Thursday, September 20, 2012
Humble Kitchen: Ayam Panggang Bumbu Asem
Anak-anak saya suka sekali ayam panggang ini. Bumbunya sederhana, tapi hasilnya bisa enak sekali. Rahasianya terletak di pijatan bumbunya. Iya, tidak salah baca, ayamnya dipijat atau diremas-remas dalam bumbunya. Asem Jawanya membuat daging ayamnya jadi empuk dan gurih. Supaya ayamnya hasilnya kering, bisa memakai teknik "broil" di oven. Sedangkan kalau yang memilih ayamnya tidak terlalu kering, bisa memanggangnya seperti biasa dalam suhu tinggi 450 derajat Fahrenheit atau 232 derajat Celcius, atau disesuaikan oven masing-masing. Langsung saja ya, silahkan disimak bahan-bahannya.
- Satu ekor ayam potong menjadi 12 bagian
- Asem Jawa 2 sendok makan
- Air kira-kira 1/8 gelas
- Garam
- Baki memanggang
- Aluminum foil
Cara membuatnya:
- Campur asem Jawa ke dalam air dan remat-remat sampai airnya menghitam. Buang ampas asem Jawanya.
- Letakkan potongan ayam ke wadah dan tuangkan air asem Jawanya dan beri garam.
- Remas-remas atau pijat ayamnya sampai tercampur bumbunya. Sisihkan dan simpan dalam kulkas minimal selama 2 jam, lebih lama lebih baik.
- Sesudah ayamnya direndam bumbu selama beberapa jam, siapkan baki memanggang yang dilapisi aluminum foil. jajarkan ayam berbumbu dan beri selaan yang cukup diantara ayamnya.
- Nyalakan oven untuk "broil" atau 450F (232C).Pastikan oven sudah panas, kemudian masukkan baki panggang yang sudah ada ayamnya.
- Panggang ayam selama 25 menit atau sampai ayam berwarna kecoklatan dan kering kulitnya. Kemudian balik ayamnya dan panggang selama 20 menit atau hingga kecoklatan.
- Keluarkan ayam segera bila sudah matang.
Ayam panggang ini cocok ditemani berbagai macam sambal. Favorit kami adalah ayamnya dimasukkan ke sambal cabe hijau ala Padang. Selamat mencoba resep saya ini.
D. Yustisia
Saturday, August 11, 2012
Sayur Lodeh di Amerika Juga Ada!
Di negara bagian yang saya dan keluarga tinggali, saya tidak sulit untuk menemukan toko atau supermarket Asia. Untuk keperluan bahan-bahan makanan yang dibutuhkan oleh kebanyakkan orang Indonesia, toko Asia ini tentulah suatu yang utama untuk didatangi. Awalnya tentu saja saya berusaha mencari tahu nama-nama bahan-bahan makanan yang saya sudah kenal dari dapur ibu saya. Tapi tentu saja tidak mudah, karena saya mesti mencarinya dalam istilah Inggris (ala Amerika tentunya). Mulailah saya memperhatikan hampir seisi toko atau supermarket untuk mencari tahu nama benda-benda tertentu yang saya cari. Nama-nama benda-benda penting dapur ini sayangnya tidak bisa kita temukan di kamus Indonesia-Inggris.
Beberapa bahan makanan penting yang saya harus pahami di awal memasak sendiri dan suami, adalah berbagai macam rempah, bawang, nama sayur-sayuran, santan, sampai ke nama alat yang saya pakai untuk memasak. Kalau soal istilah alat masak seperti panci itu mudah. Tapi kalau yang wujudnya penggorengan cekung seperti punya ibunda di rumah apa namanya? Ternyata dipanggilnya "wok", mengikuti orang-orang China yang mengenalkannya. Lain lagi dengan nama-nama bawang. Saya pikir kalau yang maksudnya bawang merah seperti yang biasa dipakai di Indonesia diinggriskan menjadi "red onion". Nyatanya, di pasaran, yang namanya "red onion" itu bawang sebesar bawang bombay yang warnanya tentu saja merah. Awalnya saya memakai "red onion" ini untuk memasak, karena saya pikir ini bawang merah itu, meski wujudnya beberapa kali lipat lebih besar. Kemudian saya tahu lewat channel memasak di TV, kalau bawang merah yang biasa dipakai ibunda saya memasak itu disebutnya "shallot". Ternyata hasil masakan saya berbeda kalau saya menggunakan "red onion" dengan "shallot" ini. Dengan "shallot", masakan saya lebih lezat.
Nama-nama lain lalu jadi tambahan pengetahuan selanjutnya, misalnya yang berhubungan dengan sayur-sayuran sampai jenis ketela. Sewaktu saya berniat membuat sop, saya mencari buncis dan mesti tahu namanya. Saat saya ingin membuat oseng-oseng, saya butuh kacang panjang, saya perlu juga tahu namanya. Sedangkan waktu saya mau membuat kolak kacang ijo, apa lagi namanya di pasaran? Buncis disebutnya "green beans", sedangkan kacang panjang disebut "long beans" dan kacang ijo disebutnya "mung beans". Ada tambahan lagi soal perkacangan, yaitu sebutan kacang merah untuk sop, "red kidney beans". Menyoal nama-nama sayur-sayuran, kalau cuma "carrots" dan "cabbages" saja untuk wortel dan kubis/kol, termasuk mudah. tapi begitu masuk kategori sayur-sayuran eksotis terutama yang berasal dari Asia atau Amerika Selatan, tiba-tiba saja saya seerti tersesat. Ini hasil penyelidikan saya: labu siam itu disebutnya "chayote", kangkung itu dipanggilnya "water spinach" dan bayam disebutnya "spinach". Ada 3 jenis sayur dengan kategori bayam ini: yang daunnya merah menghasilkan kuah berwarna merah nantinya, yang daunnya kecil dan lebih mirip dengan bayam di Indonesia disebutnya "baby spinach" dan yang daunnya besar-besar disebut "spinach" saja.
Hal lain yang mesti saya pelajari adalah nama-nama rempah-rempah. Ini yang lebih sulit dibanding nama-nama jenis sayur atau bawang. Sebab beberapa nama kalau di Amerika didasarkan ada bagaimana orang-orang yang mengenalkan rempah itu menyebutnya. Misalnya: temu kunci yang disebut "kachi" oleh orang Thailand, begitu pula disebutnya di pasaran. Kecuali temu kunci dalam bentuk frozen dari Vietnam yang disebutnya "rhizome" di kemasannya. Rempah lain lengkuas yang disebutnya "galangga". Daun salam disebutnya "bay leaf". Tapi daun salam alias "bay leaf" yang ada di pasaran Amerika berbeda sekali dengan daun salam dari Indonesia. Daun salam di Amerika umumnya disebut "Indian bay leaf", yang sewaktu saya coba pakai memasak sayur asam jadi aneh aromanya. Untungnya ada supermarket yang menjual macam-macam bahan makanan dari Indonesia, jadi daun salam untuk berbagai masakan Indonesia pun terjamin.
Lalu apa saja bahan-bahan makanan atau masakan dari Indonesia yang bisa saya temui di Amerika, sehingga saya bisa membuat sepanci sayur lodeh? Beberapa bahan makanan ini wujudnya ada yang berupa kalengan seperti nangka dan santan. Perlu diketahui, santan itu disebutnya "coconut milk", sedangkan air kelapa disebutnya "coconut juice". Jadi jangan sampai terbalik saat menyebutkan namanya, karena nanti bisa berubah hasil masakannya. Untuk memanggil sereh yang membuat wangi itu di sini disebutnya "lemon grass". Sedangkan untuk terasi (yang ada di sini yang berasal dari Malaysia), disebutnya "fish paste". Soal wangi dan rasanya, kebetulan merk yg saya pakai ini serupa dengan yang di Indonesia. Jadi kalau saya sedang memasang oseng-oseng pakai terasi, ketiga anak saya protes karena baunya yang aduhai. Selain itu di sini juga saya bisa menemukan kemiri atau "candle nuts". Nangka bentuknya kalengan dan kalau nangkanya masih muda atau hijau disebutnya "young jack fruit", kebalikkannya dengan nangka kuning untuk membuat es campur, "jack fruit". Di sini ketumbar itu disebutnya "corriander", sedangkan untuk jinten putih disebutnya "cumin" dan jinten hitam (yang suka saya bubuhkan untuk lodeh saya, disebutnya "caraway". Sekarang, ada yang mau semangkuk sayur lodeh buatan Amerika?
D. Yustisia
Subscribe to:
Posts (Atom)







