Welcome to My Sanctuary

If you are a dreamer, come in.
If you are a dreamer, a wisher, a liar,
A hope-er, a pray-er, a magic bean buyer...
If you're a pretender, come sit by my fire.
For we have some flax-golden tales to spin.
Come in!
Come in!


(INVITATION - Shel Silverstein)
Showing posts with label hurricane Sandy. Show all posts
Showing posts with label hurricane Sandy. Show all posts

Monday, November 5, 2012

Penemuan Mencengangkan Akibat Hurricane Sandy

Saat hurricane Sandy melanda bagian timur Amerika Serikat hari minggu lalu, banyak pohon-pohon patah atau tumbang hingga akarnya karena angin kencang. Salah satu pohon yang tumbang adalah sebuah pohon oak tua di alun-alun kota New Haven. Pohon ini ditanam tahun 1909 oleh Admiral Foote Post dalam rangka memperingati ulang tahun ke-100 kelahiran Abraham Lincoln. Karena itu pohon oak ini disebut sebagai Lincoln Oak. Ternyata diantara akar pohon oak itu ada seusatu hal yang mencengangkan, sebuah tengkorak dan tulang-belulang manusia. Penemuan tersebut seakan pas sekali dengan perayaan Halloween yang dirayakan di hari Rabunya, dua hari sesudah hurricane Sandy menggemparkan wilayah timur Amerika. Begitu penemuan tersebut dilaporkan ke pihak berwenang, segeralah penyelidik dari "crime scene unit" meneriksa tengkorak dan tulang-belulangnya. 

Dari penyelidikan yang dibantu oleh bagian Anthropology Yale University tengkorak dan kerangka manusia yang terangkat bersama dengan Lincoln Oak diduga dikubur di situ saat alun-alun New Haven masih berupa tempat penguburan umum. Diperkirakan antara tahun 1600 - 1700, alun-alun dijadikan tempat menguburkan korban dari wabah penyakit Smallpox yang melanda New England yang baru saja dibuka oleh pendatang dari Inggris. Di dekat alun-alun ada beberapa gereja tua, yang salah satunya dibangun tahun 1600-an, jadi kemungkinan tengkorak dan tulang-belulang yang ditemukan dikubur di situ karena terletak dekat gereja. Saya berkesempatan melihat dari dekat, meski di luar "police tape" yang mengelilingi pohon oak. Saat saya ke sana, penyelidikan masih terus dilakukan berusaha mencari serpihan dan bagian tulang manusia yang tersisa. 








Tuesday, October 30, 2012

Sesudah Kedatangan Sandy

Tape berwarna kuning bertuliskan CAUTION masih terikat di bagian pagar halaman depan kami. Di sudut trotoar teronggok tape yang sama dengan beberapa meter kabel yang sepertinya terputus akibat badai kemarin. Tong-tong sampah di belakang rumah terguling dan tumpah, sementara dua lainnya berpindah tempat terdorong angin kencang. Pemandangan inilah yang saya lihat pertama kali saat keluar rumah sesudah yakin hurricane Sandy sudah berlalu. Angin masih bertiup kencang, sesekali masih terdengar suaranya yang menderu-deru menyeramkan. Langit masih abu-abu seakan menunggu saat untuk menumpahkan hujan. Saya putuskan untuk berjalan berkeliling untuk memeriksa keadaan lingkungan sekitar, sekaligus menjawab keingintahuan saya tentang dampak dari Sandy.

Kemarin malam jalan di sebelah rumah kami tiba-tiba ditutup dan pagi ini saya jadi maklum kenapa. Sebuah pohon besar yang tadinya berdiri di pinggir trotoar tumbang beserta akarnya. Badan pohon menggantung mengerikan ke atas beberapa kabel, dan bagian badan atasnya jatuh ke lantai teratas sebuah rumah. Sementara itu, ada kabel yang menggantung rendah sekali diantara jalan. 



Saya meneruskan perjalanan menuju ke arah laut yang jaraknya kira-kira cuma 1/2 mile dari tempat tinggal kami. Laut yang memisahkan kota tinggal kami dengan kota tetangga masih terlihat tinggi permukaannya. Ombak masih terlihat bergerak dengan kuat seiring angin yang bertiup kencang. Saat itu saya berada di sebuah taman yang selalu digunakan warga untuk bermain sepak bola, memandangi laut yang masih bergolak. Inilah salah satu kekuatiran saya kemarin, kalau air laut naik  atau kalau sampai ombaknya tinggi sekali, air akan masuk dan menuju ke jalan utama dimana kami tinggal. 





Di beberapa halaman rumah tetangga serpihan demi serpihan atau potongan dari bagian rumah mereka tersebar di halaman atau jalan. Genting yang terlepas, canopy yang copot dari tempatnya di depan sebuah rumah, pelapis pinggiran atap rumah terkelupas atau saluran hujan yang copot, semuanya akibat angin kencang kemarin. Di sebuah halaman gedung apartemen yang tadinya adalah gedung sekolah, tiang benderanya yang tadinya terlihat gagah berdiri, ambruk ke tanah.






Pikiran saya saat hurricane Sandy melanda adalah seputar tiga pohon yang ada di sekeliling rumah kami. Pengalaman saya selama ada badai berlangsung adalah pohon itu bisa menjadi bahaya tersendiri. Saya pernah melihat sendiri beberapa tahun lalu sewaktu badai membuat dahan pohon patah, jatuh ke atas kabel listrik, yang kemudian putus dan mengeluarkan api. Yang lebih mengerikan lagi adalah kabelnya masih hidup sementara di jalan genangan air menunggu karena salju yang turun. Tidak adanya jaminan pasti kalau pohon-pohon di sekitar kami akan baik-baik saja saat diterpa angin kencang inilah yang membuat was-was. Beberapa kemungkinan buruk bisa terjadi termasuk kalau pohon di bagian samping dan belakang jatuh, bisa menimpa kamar tidur kami, atau menimpa garasi dan mobil. Kemungkinan lain tentunya kalau sampai tumbang bisa menimpa rumah tetangga, yang tentu juga sesuatu yang tidak kami inginkan. Kehebatan terpaan angin kemarin terbukti di sepanjang jalan saat saya berkeliling tadi. Pohon kecil dan besar, baik itu yang muda atau tua, seakan dengan mudahnya patah jadi dua atau tercabut sampai akarnya. Bahkan semen pun tidak kuasa menahan, terangkat begitu saja seakan kertas. Sebuah pohon besar di alun-alun kota rebah tak berdaya menimpa papan nama kota dan menjadi simbol kedatangan Sandy yang menghebohkan.





 

 Pohon besar di alun-alun kota yang tumbang jadi simbol kehebohan hurricane Sandy






Monday, October 29, 2012

Menjelang Kedatangan Sandy

Sandy, bukan seorang gadis cantik. Dia bukan juga seorang artis ternama. Tapi namanya berkumandang di televisi, radio dan tertulis di surat kabar dan internet selama beberapa hari dan ditunggu-tunggu dengan cemas. Kedatangannya tidak tiba-tiba, tapi dia tidak diundang untuk meramaikan musim gugur. Namun begitu, Sandy akan tetap datang, menyerang dengan ganasnya di beberapa negara bagian di daerah timur Amerika Serikat, sesudah memporak-porandakan negara-negara kecil di kawasan Carribia. Sandy mendatangi daratan Amerika membawa bencana. Bukan sekali ini kami menghadapi bencana berupa hurricane atau badai. Bagi orang-orang yang tinggal di wilayah timur Amerika berarti kemungkinannya mengalami berbagai macam badai, dari mulai yang berupa badai angin dan hujan, sampai berupa salju atau es. Dua tahun belakangan, badai terakhir yang kami alami masih terpatri dalam ingatan: hurricane Irene dan snowstorm di bulan Oktober yang tiba-tiba. Saat hurricane Irene melanda, angin berhembus dengan kuatnya hingga membuat beberapa pohon patah atau tumbang sampai ke akarnya. Saat snowstorm tahun lalu, banyak kawasan mengalami mati listrik sampai berhari-hari bahkan beberapa minggu.

Hal yang unik tentang hurricane Sandy ini, karena bukan cuma badai biasa tapi dua badai yang menyatu akibat dorongan suhu dingin dari Canada dan suhu panas dari Atlantic. Badai northeaster akan membawa salju, sementara Sandy membawa hujan dan angin. Pertemuan dua badai ini adalah daerah timur Amerika. Bahaya hurricane ditambah lagi dengan air pasang karena bulan purnama. Permukaan laut akan naik karena hurricane-nya ditambah pasang dari pengaruh bulan akan membahayakan daerah kawasan pantai. Karena itulah sejak kemarin diumumkan "mandatory evacuation" atau keharusan untuk mengungsi bagi warga yang tinggal dekat laut atau di seputar pantai. Di negara bagian New York, New Jersey, Connecticut sudah diumumkan adanya STATE OF EMERGENCY. Peringatan tentang hurricane Sandy sudah disebarluaskan sejak hari Jumat melalui televisi. Gubernur negara bagian kami membahasnya langsung didampingi oleh dua wakil dari dua perusahaan pemasok utama listrik. Ini dikarenakan saat snowstorm tahun lalu, listrik mati sampai berminggu-minggu di beberapa kota yang menyebabkan keadaan yang memprihatinkan. Banyak rumah menggunakan listrik untuk menyalakan penghangat, sehingga terbayang kalau listrik mati berarti tidak ada penghangat di sekian ribu rumah. Beberapa sekolah, gereja dan hotel menjadi tempat pengungsian.

Persiapan menghadapi hurricane Sandy buat kami sendiri agak membingungkan. Sebab apa yang harus kami sediakan dalam keadaan darurat, rasanya sudah cukup. Tapi perasaan kurang karena was-was tetap ada. Tadi sekitar pukul 3:30 sore telpon otomatis dari pihak kota melalui pemberitahuan gawat-daruratnya, menelpon tiap warga memberitahukan keharusan untuk mengungsi bagi yang tinggal dekat laut dan pantai, adanya tempat untuk mengungsi, larangan untuk parkir mobil di beberapa jalan tertentu dan hal-hal lainnya. Sebuah sekolah SMP dibuka sejak pukul 4 sore untuk tempat mengungsi. Di supermarket, beberapa rak kosong karena orang-orang berbelanja berusaha menyimpan bahan makanan untuk beberapa hari. Kebutuhan berupa air minum, battere, generator dan senter laris-manis mendekati kedatangan Sandy. Pihak sekolah melalui superintendent-nya memberitahukan lewat telpon kalau sekolah anak-anak akan ditutup selama dua hari. Sementara itu karena tidak akan ada pelayanan kereta menuju New York City maupun subway, banyak kantor di kota besar itu tutup besok menghadapi kemungkinan buruk. Saat ini angin mulai bertiup kencang, suasana sunyi bukan main. Tak ada satu pun kendaraan yang lalu-lalng di depan rumah, yang termasuk jalan utama kota. Kami hanya bisa menunggu dan berdoa, berharap Sandy tidak akan membawa bahaya yang parah bagi kami sekeluarga dan lingkungan sekitar. 

(Photo: halaman belakang rumah sebelum Sandy datang.)